Jogging dan Jalan-jalan Mengenal Kampus ITB


4 April 2026. Suami saya diundang ke acara pernikahan rekan kerjanya di Bandung. Wah, rugi dong kalau jauh-jauh ke Bandung hanya untuk kondangan. Saya membujuk suami untuk liburan murah meriah. Let's go visit ITB! Biar Alexa bisa melihat universitas dan termotivasi untuk memikirkan kuliah, begitu alasan saya. Saya pikir kami hanya akan mengunjungi ITB untuk melihat-lihat almamater suami saya itu saja. Ternyata suami saya justru punya ide yang lebih asyik: jogging di lapangan Saraga ( Sarana Olahraga Ganesha).

Masuk ke jogging track kita perlu membayar 5000 rupiah perorang. Seandainya dekat rumah, rasanya mau deh ke sini tiap hari. Meskipun membayar, menurut saya worth every penny soalnya jogging tracknya nyaman, asal tidak hujan, dan udaranya segar karena kita berada di tengah-tengah kampus ITB yang hijau dan jauh dari keramaian. Areanya sendiri sangat luas sehingga berlari di sini tidak terasa membosankan. Dan ada banyak sekali kucing di tempat ini.

Selain jogging track, sebenarnya ada banyak arena olahraga seperti padel, basket dan lain-lain. Tapi, hari ini kami hanya akan jogging.

Alexa berlari dengan semangat di track yang panjang


Awalnya kami berencana lari selama 60 menit, namun karena perut keburu lapar akhirnya kami menyudahi acara jogging kami di menit ke 30 dan bergegas mencari sarapan di area luar kampus. 

Aneka menu sarapan dijual dengan harga yang relatif murah meriah. Saya sampai sedikit kalap. Saya memesan bubur ayam dan karena saya juga jadi ingin makan cakwe, saya juga memesan cakwe. Suami saya juga membelikan saya yogurt yang legendaris di sekitar ITB (saya akan tanyakan pada suami saya mengenai nama kedainya). Saya memili rasa original, namun menurut saya rasanya justru mirip tapai singkong yang asam. Alexa dan suami saya sih suka-suka aja, katanya.




Buburnya melimpah dengan topping hati ayam yang diiris tipis, ayam suwir, setengah telur rebus dan taburan seledri dan bawang goreng. Sedangkan lontong sayur pesanan suami saya tidak seperti biasanya karena ternyata ini lontong kari. Hmm, sayang saya terlupa memotret yogurtnya.



Setelah sarapan yang memuaskan perut dan lidah, kami bergegas kembali lagi ke area kampus. Istirahat sambil berfoto-foto. Sepanjang perjalanan, suami saya menjelaskan tiap area di kampus sambil mengenang masa-masa ia berkuliah di sini. Rasanya menyenangkan melihat antusiasmenya. Ada rasa bangga yang besar di sana. Dia juga mendorong Alexa untuk semangat belajar agar bisa kuliah di ITB. "Pakai beasiswa ayah aja" katanya. Dan saya sangat bangga padanya. Ini menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar sebagai seorang ayah. Namun, saya tetap mendorong Alexa untuk mencari beasiswa baik dalam maupun luar negeri. Saya ingin dia belajar dengan sangat giat dan membidik setinggi mungkin. 

Area kampus ITB sangat luas, gagah, dan adem. Ada banyak pepohonan di sana sini. Melihat para petugas kebersihan sedang menyapu halaman yang dipenuhi dedaunan, suami saya bercerita. Dulu, para petugas itu pernah memprotes kepada pihak kampus dan meminta pohon-pohon itu ditebang karena sampah dedaunannnya merepotkan. Pihak kampus menjawab, "kalau begitu, petugas kebersihan kerja apa? Kampus tidak butuh banyak petugas kebersihan kalau pohon-pohon ditebang" Para petugas itu pun berhenti protes. 

Saya pikir, pohon-pohon itu jugalah salah satu yang membuat kampus nyaman untuk para mahasiswa belajar. Sejuk dan nyaman serta memberi oksigen yang melimpah untuk otak yang bekerja keras. Saat kita mencintai alam, alam membalas cinta kita.

Dan, ngomong-ngomong soal alam. Ada banyak sekali kucing di ITB, dari yang kurus sampai yang gendut. Beberapa juga terlihat sudah memiliki tanda bahwa mereka sudah disterilisasi agar tidak beranak pinak. Saking banyaknya kucing di ITB, sampai-sampai seseorang menulis di media sosial, "para mahasiswa yang tidak lulus kuliah di ITB diubah menjadi kucing" hahaha

Pohon apa itu? Sakura?

Alexa berfoto bersama mesin hidraulik



Sayangnya, berhubung hari Minggu, kami tidak bisa mengunjungi perpustakaan karena tutup. Namun begitu, masih ada beberapa mahasiswa yang tampak masih belajar atau mengerjakan tugas di kampus. 

Puas berjalan-jalan di lingkungan kampus yang asri, kami bersiap-siap untuk kondangan. Karena tadi cukup berkeringat seusai jogging dan jalan-jalan, jadi kami harus mandi. Ada kamar mandi bersih dan nyaman di kampus yang bisa kami pakai. Overall, liburan murah meriah kami hari itu sangat menyenangkan. (Anastasia)


Berpura-pura sedang hiking di hutan.

Post a Comment for "Jogging dan Jalan-jalan Mengenal Kampus ITB"